Senin, April 28, 2008

Pra Kondisi May Day

Tanggal 1 Mei atau May Day sebagai Hari Buruh Sedunia akan dimanfaatkan benar oleh berbagai pihak terutama tentunya kalangan buruh. Untuk itu, beberapa kegiatan pra kondisi dilakukan kelompok buruh di Jawa Tengah.

Di Semarang, pukul 11.00 WIB pagi tadi (28/04/08), berlangsung unjuk rasa gabungan yang bertema “Solidaritas Rakyat Untuk Kesejahteraan Buruh”. Para pengunjuk rasa yang berjumlah sekitar 25 orang itu menuntut penghapusan sistem kerja kontrak dan outsourcing sebagai dampak pengesahan UU No. 13/2003. Hal itu, menurut pengunjuk rasa tidak adil bagi buruh.

“Pada sistem kerja kontrak, kaum buruh tidak memiliki masa depan karena setiap saat bisa kehilangan pekerjaan tanpa ada dana pesangon. Sistem kerja kontrak juga dengan sangat mudah membuang kaum buruh setelah para pengusaha menghisap seluruh kemampuan, tenaga dan usia kaum buruh. Inti dalam kerja kontrak adalah Hisap dan Buang” orasi dari John Ari, pimpinan aksi.

Seperti yang dilaporkan PR sebelumnya (25/04/08) aksi ini merupakan prakarsa Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia yang merangkul ormas-ormas dan organisasi mahasiswa lain seperti PMKRI, PMII, HMI-MPO, LMND, FNPBI, YAWAS, SRMI, PPRM, SMI, dan GRI. John Ari kembali mengakui bahwa aksi gabungan ini bertujuan untuk mengabarkan kepada masyarakat tentang peringatan hari buruh dan menjaga tujuan sebenarnya.

“Sudah cukup kita merenung dan menggerutu, sekarang saatnya kita melawan. 1 Mei adalah hari perlawanan seluruh kekuatan buruh” lanjut John. John dan elemen pengunjuk rasa yang lain mengkhawatirkan ada pemanfaatan hari Buruh Sedunia dengan tujuan lain, dimana di Jateng saat ini sedang dalam tahapan pemilihan gubernur (Pilgub).

Dalam aksi tersebut, selain orasi, juga dilakukan pembakaran keranda yang bertuliskan rezim pemerintahan saat ini adalah antek kapitalis di Bundaran Air Mancur Semarang. Kemudian berakhir di halaman DPRD Jateng tanpa ditemui perwakilan DPRD Jateng.

Pekalongan

Di Pekalongan juga berlangsung diskusi dengan tujuan yang hampir sama. DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kota Pekalongan bekerja sama dengan Harian Radar Pekalongan dan Kampus Politeknik Pusmanu Pekalongan menggelar Dialog Perburuhan dengan tema “Menimbang Nasib Buruh Pasca Reformasi” di Aula Kampus Politeknik Pusmanu, Jl. Jend. Sudirman No. 29, Kota Pekalongan.

Bowo Laksono - Ketua DPC SPN Kota Pekalongan - juga mengakui dialog perburuhan yang dilaksanakakan merupakan rangkaian agenda peringatan May Day 2008. Ia mengharapakan peringatan May Day tidak menjadi momok yang menakutkan bagi para pengusaha, inti May Day bukan selalu mengadakan aksi besar-besaran dalam memperingatinya. “Peringatan itu juga merupakan peringatan bagi buruh harus terus berkembang, karenanya kaum buruh harus terus meningkatkan SDM dan kinerjanya” jelasnya.

Dalam dialog itu juga disampaikan materi dari perwakilan media massa oleh General Manager Radar Pekalongan Ade Asep Syarifuddin. Pada intinya Asep menyampaikan, akan lebih baik jika ada jalinan komunikasi antara media massa dengan kelompok buruh, sehingga media akan memahami arah gerakan buruh. Tidak diragukan bahwa media massa sangat konsen terhadap persoalan-persoalan buruh dan ketenagakerjaan. “Kita siap memback-up buruh sesuai dengan kapasitas yang kita miliki” kata Asep.

Direncanakan, rangkaian selanjutnya dalam kegiatan memperingati Hari Buruh tanggal 1 Mei (May Day) adalah “Doa Bersama” pada tanggal 1 Mei 2008 nanti di Kampus Politeknik Pusmanu. Kegiatan ini juga diselenggarakan DPC SPN Kota Pekalongan, bekerja sama dengan Politeknik Pusmanu dan Harian Radar Pekalongan. Susunan acara antara lain Doa Bersama, Orasi kebangsaan, Pentas Treatikal, Pembacaan Puisi, Musik Merdeka, Gelar Simtudurror, dan Pembacaan Sejarah May Day.

Tidak ada komentar: