Jumat, Mei 02, 2008

Berbagai Elemen di Surabaya Memperingati HarDikNas dengan Melakukan Aksi Unjuk Rasa

Surabaya-2 Mei 2008

Hari Pendidikan di Surabaya diramaikan oleh empat aksi unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat. Pada intinya mereka menuntut hal yang sama yaitu menolak kapitalisasi pendidikan, tanggung jawab pemerintah untuk menyelenggarakan pendidikan murah, penolakan terhadap RUU Badan Hukum pendidikan dan realisai anggaran pendidikan 20% dari APBN.

Aksi pertama terjadi pukul 10.00 s.d. 11.30 WIB di Jl. Taman Apsari, Surabaya oleh sekitar 35 orang yang tergabung dalam Barisan Rakyat Menggugat (BRM) terdiri dari Serikat Mahasiswa Indonesia (SMI), Sentral Gerakan Mahasiswa Surabaya (SGMS), Persatuan Guru Tidak Tetap Indonesia (PGTTI), OI-Surabaya, LPM Ar-Risallah IAIN, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI). Mereka menuntut pendidikan yang berkualitas dan bervisi kerakyatan.

Aksi kedua pukul 11.20 s.d. 11.45 WIB di Gedung Grahadi dan DPRD Kota Surabaya Jln.Yos Sudarso oleh sekitar 100 orang yang tergabung dalam Aliansi BEM Surabaya (ABS) terdiri dari BEM UWKS, BEM UNESA, BEM UNAIR, BEM ITATS, BEM UBHARA, BEM UNKAR, BEM PERBANAS, BEM UNITOMO, BEM ITS, BEM UNMER, BEM UPN JATIM, BEM UNIPRA, BEM FH, BEM FS, BEM FT, KAMUS PR UNTAG. Tuntutan yang diusung oleh mereka yaitu penolakan terhadap kapitalisasi pendidikan.

Aksi ketiga pukul 14.00 s.d. 15.30 WIB di depan Kantor Gubernur Jawa Timur Jln. Pahlawan oleh sekitar 65 orang dari Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan menuntut pembebasan Indonesia dari liberalisasi dan kapitalisasi pendidikan.
Di depan kantor Gubernur, pengunjuk rasa menggelar aksi teatrikal yang menggambarkan keinginan seorang anak petani yang ingin mendaftar kuliah tetapi terkendala dengan biaya yang mahal, kemudian mengadu kepada rektor dan ditolak pengaduannya. Sebaliknya anak eksekutif muda diberi kemudahan dan fasilitas karena memiliki uang untuk membayar kuliah. Selanjutnya anak petani mengadu kepada presiden tetapi tidak ditanggapi.

Aksi terakhir pada pukul 15.00 s.d. 16.00 WIB di depan Gedung Grahadi, Jl. Pemuda, Surabaya oleh sekitar 80 orang yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR), terdiri dari Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Liga Mahasiswa Nasional Demokrat (LMND), Jaringan Mahasiswa Surabaya (JMS), Kelompok Lentera Merah, Front Mahasiswa Nasional (FMN), Komunitas Pemuda Surabaya (Kompas), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Kelompok Pelajar-Buruh Driyorejo, Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI). Mereka menuntut pendidikan murah, ilmiah, dan demokratis.

Tidak ada komentar: