Kita tentu tidak ingin bila kasus hilangnya pulau-pulau terluar milik
Sebagaimana dikabarkan oleh media massa, sejak awal Mei lalu para prajurit Marinir TNI AL itu diberangkatkan dan disebar di 12 pulau milik Indonesia, yang sering disebut pulau-pulau terluar atau bahkan pulau-pulau terdepan. Apapun istilahnya, mau terluar atau terdepan, yang penting bahwa pulau-pulau itu adalah milik
Mereka diberangkatkan dari wilayah timur maupun dari wilayah barat. Kabarnya 12 Tim Marinir TNI AL telah ditempatkan di pulau-pulau terluar. Sebanyak 5 Tim marinir dari wilayah Timur, dan 7 Tim dari kawasan barat. Pulau-pulau terluar itu di antaranya adalah : Pulau Rondo, Pulau Berhala, Pulau Sekatung, Pulau Mangkai, Pulau Nipah, Pulau Subi, Pulau Kepala, Pulau Marore, Pulau Danasabu, Pulau Danarote, Pulau Maroke, Pulau Miangas, Pulau Marampit.
Pemberangkatan prajurit TNI itu selain karena mengantisipasi maraknya kasus hukum yang terjadi di perbatasan,sekaligus merupakan bentuk pengawasan perbatasan. Karenanya kehadiran dan pengabdian mereka merupakan tugas negara demi kehormatan negara.
Berkaca dari pengalaman pahit, bagaimana Pulau Sipadan dan Ligitan yang diduduki oleh negeri jiran
Kita juga berkaca dengan kasus heboh di blok Ambalat beberapa waktu silam. Setelah berhasil menjarah Sipadan dan
Ilustrasi ini hendak menyatakan, bahwa Blok Ambalat sebelum peristiwa dengan
Akibat berikutnya, cepat atau lambat pulau-pulau itu akan dikuasai bila mereka telah menduduki tempat itu. Ini tidak boleh terjadi lagi. Bagaimana caranya ? Tidak lain bangsa ini harus peduli dengan menjaga dan mengamankannya. Bila tidak bisa membantu secara fisik, maka bantuan moril, spitrrituil, materiil, bahkan dukungan politik sangat dibutuhkan.
Saat ini secara riil TNI AL sudah menjaga pulau-pulau itu. Masih banyak pulau-pulau terluar lainnya yang harus memperoleh perlakuan serupa. Berbekal semangat dan komitmen demi kehormatan dan kedaulatan Republik
Siapa sebenarnya yang harus menjaga selain TNI ? Mestinya hal ini menjadi tugas semua elemen bangsa ini. Siapapun boleh ikut mengamankan pulau-pulau itu, bila mereka ingin dan memiliki keberaniamn dan komitmen seperti yang dilakukan oleh para prajurit TNI AL itu. Persoalannya, adakah kepedulian, komitmen, perhatian elemen bangsa lainnya terhadap pulau-pulau terluar itu ?
Jangan hanya bisa berteriak demi bangsa dan negara, bila dalam prakteknya tak pernah punya kepedulian. Persoalan utamanya sekarang, mendorong pemerintah untuk memiliki kesanggupan menyediakan alokasi anggaran yang cukup guna memenuhi semua kebutuhan menjaga pulau-pulau terluar itu. Sebab upaya menjaga kedaulatan wilayah memang membutuhkan anggaran yang besar untuk menjamin seluruh sistem yang ada dapat bekerja secara maksimal dan konsisten, terkait upaya mempertahankan keutuhan dan kedaulatan wilayah tadi.
Sangat menarik pemberitaan media
Kini para anggota Marinir TNI AL masih berada di pulau-pulau terluar itu. Bila waktunya tiba, mereka harus melakukan rotasi karena memang harus saling berganti dalam menjalankan tugas. Barangkali anggota DPR sekali waktu bisa mengikuti perjalanan para prajurit TNI itu melihat dari dekat betapa beratnya menjaga kedaulatan negara di pulau-pulau terluar. Dengan begitu, diharapkan mereka pun gigih bila menghadapi persoalan politik dengan negara tetangga seperti yang dilakukan oleh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar